Sekarang ini banyak kawula muda yang kurang mengerti akan siapa sebenarnya diriku, kalau boleh mari kita merenung sebentar. Mengapa banyak sekali di dunia mahkluk yang paling mulia diantara sekian makluk tega membunuh? mengapa kejahatan meningkat? mengapa perkelahian meningkat, mengapa ada anak membunuh Bapanya, mengapa ada anak perempuan membunuh ibunya, mengapa korupsi meraja rela? mengapa............mengapa............ dan masih banyak mengapa? susah kan menjawab ? tetapi diantara susahnya mencari jawab itu sebenarnya hanya satu yang paling mendasar. Sekarang ini iman dan akal budi mulai luntur. lunutrnya akal dan budi itu tidak dibarengi dengan pendampingan yang kuat, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.
Dikeluarga misalnya, banyak orang tua yang super sibuk, sehingga tidak bisa berjumpa anaknya, sekalipun tinggal satu rumah. Orang tua pergi kerja pagi buta saat anak belum bangun, dan pulang larut saat anak sudah tidur. Di sekolah, demikian juga, saat - saat anak mendambakan kasih yang telah hilang di rumah, anak datang ke sekolah dengan harapan aku disapa, disambut bapak ibu guru dengan baik, namun yang didapat kadang marah dan gertak, Strap, skores dan lainya. Anak tidak mendapat damai tetapi malah sebaliknya. Emosi jengkel dan dendam lama - lama akan mengakar dalam hati mereka. perjumpaan dan menumpukan yang terus menerus akan dapat meledak dikemudian hari. jadi jangan salah bila banyak perbuatan - perbuatan negatif di atas muncul.
Untuk mempersiapkan masa depan yang penuh tantangan itu SD Marsudirini memberikan yang terbaik untuk anak - anak. Selain pendampingan di kelas, anak - anak juga diajak untuk pergi merefleksi diri ditempat yang jauh dari orang tua. Kegiatan ini dikemas dalam acara retret.
Retret adalah kegiatan mengasingkan dan mengundurkan diri sejenak dari rutinitas, untuk mencari Tuhan. Biasanya Tuhan menyapa lewat keheningan dan kesunyian alam. Maka untuk dapat tercapinya kegiatan itu SD Marsudirini BSB mengajak anak - anak kelas VI mengikuti kegiatan retret di Bandungan. Kegiatan ini sudah berlangsung bulan Januari tgl 14-16. Namun sampai sekarang suasana retret itu masih terkesan. Untuk mengenang kegiatan itu ini muncul salah satu kegiatan disaat Retret. Bila dari kecil sudah didampingi dengan benar, kelak besar nanti akan jadi pahlawan - pahlawan kebajikan.
Dikeluarga misalnya, banyak orang tua yang super sibuk, sehingga tidak bisa berjumpa anaknya, sekalipun tinggal satu rumah. Orang tua pergi kerja pagi buta saat anak belum bangun, dan pulang larut saat anak sudah tidur. Di sekolah, demikian juga, saat - saat anak mendambakan kasih yang telah hilang di rumah, anak datang ke sekolah dengan harapan aku disapa, disambut bapak ibu guru dengan baik, namun yang didapat kadang marah dan gertak, Strap, skores dan lainya. Anak tidak mendapat damai tetapi malah sebaliknya. Emosi jengkel dan dendam lama - lama akan mengakar dalam hati mereka. perjumpaan dan menumpukan yang terus menerus akan dapat meledak dikemudian hari. jadi jangan salah bila banyak perbuatan - perbuatan negatif di atas muncul.
Untuk mempersiapkan masa depan yang penuh tantangan itu SD Marsudirini memberikan yang terbaik untuk anak - anak. Selain pendampingan di kelas, anak - anak juga diajak untuk pergi merefleksi diri ditempat yang jauh dari orang tua. Kegiatan ini dikemas dalam acara retret.
Retret adalah kegiatan mengasingkan dan mengundurkan diri sejenak dari rutinitas, untuk mencari Tuhan. Biasanya Tuhan menyapa lewat keheningan dan kesunyian alam. Maka untuk dapat tercapinya kegiatan itu SD Marsudirini BSB mengajak anak - anak kelas VI mengikuti kegiatan retret di Bandungan. Kegiatan ini sudah berlangsung bulan Januari tgl 14-16. Namun sampai sekarang suasana retret itu masih terkesan. Untuk mengenang kegiatan itu ini muncul salah satu kegiatan disaat Retret. Bila dari kecil sudah didampingi dengan benar, kelak besar nanti akan jadi pahlawan - pahlawan kebajikan.